Anoreksia - Rasa Takut yang Berlebihan akan Kegemukan

Anoreksia - Rasa Takut yang Berlebihan akan Kegemukan

Sering dilihat:

Jika saya makan makanan ini, saya bakal gemuk gak ya?

Pertanyaan di atas sering kali terbersit dibenak dan di telinga kita, apalagi bagi kaum hawa.

Apa itu Anoreksia?


Jika pembicaraan menyangkut tentang berat badan yang ideal, mereka kaum hawa sangat antusias dan bahkan bisa dikatakan pembahasan yang sensitif untuk dilakukan.

anoreksia rasa takut kegemukan yang berlebihan

Tidak percaya? Coba aja tanyakan pada teman wanita Anda dengan pertanyaan basa-basi ini:

Hai! Apa kabar? Makin cantik aja? Sekarang kamu agak gemukan ya?

99% wanita dibilang agak gemukan, pasti tidak suka dan tidak terima akan hal itu, walaupun dengan kalimat pembuka "Makin Cantik Aja!".

Itulah mengapa pembicaraan tentang berat badan yang ideal menjadi sebuah pembahasan yang tabu untuk dilakukan.

Mengapa? Karena masalah berat badan inilah yang menjadi alasan mendasar mengapa kaum hawa ini sering sakit kepala, hingga stress karena mereka memikirkannya.

Tidak bisa dipungkiri, masalah yang satu ini masih menjadi perhatian utama oleh kaum hawa apalagi bagi mereka mereka yang begitu memperhatikan penampilan fisik.

Namun, ada sebagian perempuan yang memang sejak dulu memiliki postur tubuh atau berat badan yang kecil, tidak mempermasalahkan tentang berat badan yang ideal ini.

Bahkan mereka sering menganggap dan merassa aneh pada wanita yang terlalu memikirkan masalah makan, diet, kegemukan dan sebagainya.

Akan tetapi, bagi sebagian besar perempuan, mendapatkan postur tubuh yang ideal, seperti yang mereka inginkan memang memerlukan usaha keras, dan bisa menjadi masalah besar dalam hidup mereka.

Memang ada wanita yang tidak pernah memusingkan masalah berat badan atau kegemukan, mereka bebas makan makanan apapun tanpa masalah, mau makan 3 kali sehari, makan yang manis-manis, minum es krim, coklat, ngemil tiap malam, dan sebagainya.

Semua hal tersebut sah-sah saja bagi mereka, tanpa terlalu memikirkan masalah berat badan atau kegemukan.

Namun sebaliknya, tidak sedikit pula kaum hawa yang mengidamkan postur tubuh ramping dan ideal, dan jangankan untuk ngemil, makan nasi saja terkadang mereka enggan.

Apalagi makan makanan yang manis-manis dan memanjakan lidah, seperti coklat, es krim dan sebagainya itu bisa jadi sebuah pantangan bagi mereka.


Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan rasa takut yang luar biasa pada naiknya berat badan, sehingga penderitanya mengurangi makan bahkan hingga tidak makan sama sekali.

Penderita anoreksia terobsesi pada kandungan lemak dan kalori di makanannya, dan sangat ingin tubuhnya “langsing”.

Penderita Anoreksia ini bisa berkali-kali mengecek berat badannya, mengurangi asupan makanan sampai ke tingkat yang tidak sehat, dan merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya sendiri.

Anoreksia seringnya dialami oleh wanita, terutama mereka yang berada pada usia-usia puber, akan tetapi belakangan ini jumlah pasien laki-lakinyapun disinyalir meningkat.

Jenis Anoreksia


Terdapat dua sudut pandang mengenai menjadi dan terlihat kurus.

Pertama ketakutan yang berlebihan bakal gemuk lagi, yang biasanya ia dulu pernah kurus atau berat badannya pernah turun lebih dari 10 kg.

Sehingga menimbukan dua sifat kepribadian yang menjebak dan dia masuk ke dalam zona terlalu kurus bahkan sampai ke zona under nutrisi kekurangan gizi.

Kedua karena memang ia mengalami sedikit masalah dengan penyerapan gizi dari asupan makanan yang diterimanya.

Biasanya mereka yang masuk dalam kategori kedua ini tetap kurus walaupun sudah makan banyak.

Banyak wanita yang merasakan ketakutan yang berlebihan akan kembali gemuk, dan ini bisa menimbulkan efek samping mulai dari biasa sampai pada tingkat berbahaya.

Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa merupakan dua sifat kepribadian yang mirip tapi berbeda, yang biasanya banyak ditemui pada orang-orang yang memiliki sifat perfeksionis.

Apalagi dikota-kota besar, penyakit kejiwaan ini dapat menyerang baik mereka yang masih remaja maupun mereka yang sudah dewasa atau bahkan terhadap seorang Ibu Rumah Tangga.

Intinya adalah rasa takut memiliki berat badan yang berlebih dan takut kegemukan.

Rasa takut yang berlebihan ini hingga pada rasa takut makan pada penderita Anoreksia, atau rasa takut hingga menyesal telah makan sehingga ia memuntahkan kembali apa yang ia makan pada penderita Bulemia.

Lebih jelasnya akan kami terangkan dibawah ini.

Anoreksia Nervosa (AN)


Anoreksia Nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang.

Secara umum penderita Anoreksia Nervosa ini mulai kehilangan selera makan, tetapi sebenarnya perasaan takut kegemukanlah yang menyebabkan mereka menahan nafsu makan mereka secara tidak wajar.

Sehingga banyak dari mereka yang pada akhirnya sama sekali kehilangan selera makannya dan mereka tidak menyadari bahwa tubuh mereka benar-benar hanya tinggal kulit membalut tulang.

Bulimia Nervosa


Lain halnya dengan penderita Bulimia Nervosa. Bulimia adalah penyakit yang ditandai dengan makan secara berlebihan, kemudian memuntahkannya kembali untuk menjaga agar berat badan tidak naik.

Jadi Bulimia disini bisa disebut sebagai berani makan akan tetapi tidak mau ambil resiko naiknya berat badan.

Dibandingkan penderita Anoreksia yang dapat dengan mudah dikenali, yakni dari bentuk tubuhnya yang sangat kurus, pada penderita Bulimia biasanya memiliki berat badan yang stabil bahkan cenderung ideal.

Penderita Bulimia Nervosa biasanya memiliki berat badan yang stabil dan ideal, contohnya bisa Anda lihat pada mendiang Putri Diana atau pada penyanyi Christina Aguilera.

Meski mereka memiliki nafsu makan yang besar dan tidak terkendali, penderita Bulimia berusaha menurunkan berat badannya.

Entah itu dengan menggunakan obat pencahar, atau memuntahkan kembali setiap makanan yang telah dimakannya.

Setiap kali mereka makan, mereka akan merasa bersalah dan tertekan, sehingga mereka dengan berbagai cara berusaha untuk mengeluarkan kembali apa yang telah mereka makan tersebut.

Perasaa tidak puas dengan bentuk tubuh sendiri dan ketidakmampuan untuk mengontrol makanan yang masuk sering kali dituding sebagai penyebab utama terjadinya Bulimia.

Selain itu, kepercayaan diri yang rendah dan ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi stres juga disebut sebagai biang keladi bulimia.

Walaupun mereka biasanya sadar punya pola makan tidak normal, namun mereka tidak pernah mencoba untuk mengatasinya sendiri.

Jadi tidak heran jika penderita Bulimia Nervosa mengakibatkan gangguan yang cukup serius bagi para penderitanya.

Karena, dengan memuntahkan makanan secara berulang-ulang dapat mengakibatkan iritasi kulit di sekitar mulut, yang mengakibatkan seringnya terjadi kontak antara zat asam dari perut dengan daerah sekitar mulut dan kerongkongan.

Kebusukan pada email gigi, gigi berlubang, dan sakit perut yang berkepanjangan.

Efek lainnya adalah jantung berdebar, dehidrasi, kerusakan ginjal, berkurangnya sel-sel otot dalam tubuh, sampai kematian yang tiba-tiba.

Begitu juga dengan penggunaan obat pencahar yang berlebihan, bisa mengakibatkan diare hingga berdarah. Penderita Bulimia bisa sangat tergantung pada obat pencahar ini, sehingga mereka tidak bisa buang air besar secara wajar tanpa bantuan obat-obatan pencuci perut.

Memiliki berat badan yang pas dan ideal adalah impian hampir semua orang, apalagi untuk kaum hawa.

Mendapatkan berat badan yang ideal dengan tinggi badannya hampir menjadi sebuah keharusan.

Dan tidak sedikit wanita yang rela melakukan hal-hal yang ekstrim hanya untuk mendapatkan berat badan ideal ini.

Bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang merasa bahwa mereka selalu terlihat kegemukan, walaupun sebenarnya tidaklah seperti itu, dan jika sudah pada tahap ini, bisa dipastikan mereka menderita Anoreksia.
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

1 komentar

Masalah terbesar yang dihadapi oleh sebagian besar wanita didunia...kegemukan...

Balas